Image
Loading
FILM & BUDAYA

Film KALA:
Teman Dari Langit

Film berbahasa Sunda tentang seorang remaja yang, melalui pertemuannya dengan meteor, menemukan jalan untuk memahami dan membebaskan dirinya.

KATEGORI : Film & budaya
JENIS : Film cerita
BAHASA : Bahasa Sunda
FOKUS : Perbedaan, penerimaan, kebebasan
  • Sinema yang Berakar

    Berangkat dari realitas Indonesia dan disampaikan dalam bahasa Sunda, KALA membawa kisah yang sangat personal dengan resonansi yang universal.

Adegan Film KALA: Teman dari Langit

Pernyataan Sutradara

Sebagai pembuat film Indonesia, karya ini lahir dari kegelisahan saya terhadap praktik pengurungan yang masih berlangsung dan kurangnya pemahaman terhadap orang-orang yang cara berpikir serta perilakunya dipandang berbeda. Saya mencintai Indonesia dengan sepenuh hati, dan ingin menampilkan keindahan sekaligus pertentangannya: lanskap, tradisi, dan komunitas yang kaya, tetapi juga luka yang dapat tumbuh dari ketakutan, salah paham, serta dorongan manusia untuk mengendalikan hal yang terasa asing.

Cerita ini disampaikan dalam bahasa Sunda—bahasa keluarga saya dan bahasa yang diajarkan ayah sejak kecil. Bagi saya, bahasa Sunda bukan sekadar pilihan kreatif, melainkan cara untuk tetap terhubung dengan bagian dari identitas yang terus membentuk cara saya memandang dunia.

Melalui hubungan Kala dan meteor, film ini menelusuri cara masyarakat kerap merespons perbedaan dengan berusaha membatasinya. Meski berakar pada realitas Indonesia yang spesifik, inti emosinya bersifat universal: hasrat untuk dipahami, diterima, dan bebas hadir sebagai diri sendiri.

Adegan Film KALA: Teman Dari Langit
  • Bahasa sebagai jiwa cerita menghadirkan bahasa Sunda bukan sekadar sebagai dialog, tetapi sebagai cara pandang yang membentuk karakter dan dunia Kala.
  • Yang berbeda tak harus dikurung menempatkan pengalaman Kala dengan empati, tanpa menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dikendalikan.
  • Kisah lokal, emosi universal merangkai realitas sebuah desa di Indonesia menjadi cerita tentang penerimaan, persahabatan, dan kebebasan.
Image
SEBUAH PERTEMUAN YANG MENGUBAH SEGALANYA

Ketika Kala Menemukan
Teman dari Langit

Adegan Film KALA: Teman Dari Langit

Sinopsis Panjang

Di sebuah desa terpencil di Indonesia, Kala yang berusia 17 tahun hidup di pinggiran masyarakat. Ia tidak mampu berkomunikasi dan berperilaku dengan cara yang dipahami warga desa. Karena itu, ia ditakuti, diejek, dan kerap dikurung oleh orang-orang di sekitarnya. Bagi warga, Kala adalah pembuat masalah yang ledakannya mendatangkan malu dan gangguan. Namun bagi Kala, dunia hanyalah tempat yang terasa terlalu bising, penuh aturan dan tuntutan yang sulit ia pahami.

Pada suatu malam, sebuah meteor menyala melintas di langit lalu jatuh jauh ke dalam hutan di dekat desa. Peristiwa itu segera menjadi pembicaraan warga. Wahyudi, kepala desa yang karismatik dan teatrikal, melihat kesempatan. Demi mendatangkan perhatian dan uang bagi desa yang sedang kesulitan, ia mengumumkan pencarian benda misterius tersebut dan membayangkannya sebagai pusat daya tarik wisata baru.

Saat warga mengatur ekspedisi dan berspekulasi tentang nilai meteor itu, Kala berjalan sendiri ke dalam hutan. Di antara pepohonan, ia menemukan batu jatuh tersebut lebih dahulu dari siapa pun. Ketika Kala menyentuhnya, sesuatu yang luar biasa terjadi: dunia yang selama ini terasa sunyi dan biasa berubah menjadi lanskap penuh warna. Untuk pertama kalinya, dunia terasa menyambutnya, bukan mengancamnya.

Seiring ikatan mereka menguat, meteor mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Bumi bukanlah sebuah kecelakaan. Ia hadir untuk menuntun Kala menuju pemahaman baru tentang dirinya. Melalui percakapan mereka, Kala mulai menyadari bahwa penolakan yang ia alami sepanjang hidup tidak menentukan siapa dirinya. Meteor itu mengajaknya membayangkan masa depan di luar desa dan di luar batas-batas yang dipaksakan orang lain kepadanya.

Pada akhirnya, warga mengetahui bahwa Kala menyembunyikan meteor tersebut. Mereka hanya melihat nilai yang dapat diambil darinya, lalu berusaha merebutnya. Ketika dihadapkan pada kemungkinan kehilangan satu-satunya sahabat yang pernah ia miliki, Kala harus membuat keputusan yang nyaris mustahil. Dalam tindakan cinta dan perlindungan, ia menghancurkan meteor itu sebelum dapat dikuasai siapa pun.

Namun meteor itu tidak benar-benar hancur. Dari pecahan batu muncul seekor kupu-kupu bercahaya yang terbang menuju langit. Warga terdiam saat makhluk itu menghilang di balik cakrawala. Kala menyadari bahwa tidak semua hal diciptakan untuk dimiliki. Meski kehilangan sahabatnya, ia bukan lagi anak laki-laki yang sama ketika pertama kali menemukan meteor di hutan. Pengalaman itu telah mengubahnya. Untuk pertama kalinya, ia melangkah dengan rasa bebas, membawa kemungkinan hidup di luar kurungan emosional dan fisik yang dahulu mendefinisikannya.